Senior Vs Junior


    Senior vs Junior

          Senioritas? Bagi kalian yang bersekolah dan tinggal di asrama pasti sudah tahu apa itu senioritas. Nah, bagi kalian yang belum tahu apa itu senioritas, mari saya jelaskan apasih senioritas itu? Senioritas adalah keadaan lebih tinggi dari pangkat, pengalaman, dan usia. Maksudnya, senioritas itu ibaratkan kecenderungan para senior yang ingin menyalahgunakan posisinya untuk menindas yang lebih junior darinya. Sedangkan yang junior bersikap pasrah saja karena itu mungkin budaya dari sekolah yang turun-temurun dan si junior yang sekarang ini berharap cepat ada junior baru agar bisa membalas dendamnya. Dari situlah, budaya senioritas menjadi budaya yang tidak bisa dihilangkan dan turun-temurun karena cenderung ada dendam karena dulunya ia juga ditindas oleh seniornya. 
          Katanya, pemerintah percaya kasus kematian yang baru-baru saja menjadi topik hangat di beberapa media diakibatan senioritas yang dapat mengakibatkan gagalnya pendidikan di Indonesia. Saya sangat setuju dengan wacana tersebut. Tetapi, kegagalan pendidikan di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh kasus kematian akibat senioritas saja, tetapi juga kasus tidak meratanya persebaran guru dan kualitas guru yang mengajar, kurangnya fasilitas seperti perpustakaan di sekolah, dan masih banyak kasus-kasus yang lainnya yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan lembaga yang terkait, seperti Dinas Pendidikan. Nah, kali ini kita membahas tentang kasus kematian yang disebabkan senioritas saja dahulu. Kasus senioritas memang wajar apalagi bila suatu sekolah mempunyai fasilitas asrama. Tetapi, alangkah tidak wajarnya jika kasus senioritas bisa mengakibatkan kematian.
          Kasus yang hangat dibicarakan baru-baru ini, yaitu kasus kematian siswa Taruna STIP di Jakarta yang diduga tewas dianiaya senior. Kasus tersebut sangat jelas menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia gagal. Apalagi kasus kematian siswa akibat senioritas itu sebelumnya sudah terjadi di tahun 2012 dan 2013. Sungguh miris sekali pendidikan di Indonesia ini. Kasus yang sama lagi-lagi terjadi di tahun-tahun berikutnya. Dari situ juga, membuktikan bahwa pendidikan di Indonesia gagal.
          Pemerintah belum dapat menemukan cara yang paling efektif untuk mengatasi sebuah kasus sehingga kasus yang sama dapat terulang lagi di suatu waktu. Menegur dan menindak lanjuti kasus dengan tegas saja tidaklah cukup. Menurut saya, agar kasus tersebut tidak terulang lagi, sebaiknya budaya senioritas dihapuskan. Pemerintah dan lembaga terkait diminta untuk membuat peraturan, hukum, dan sanksi yang berat jika ada senioritas di sekolah agar membuat para senior jera dan tidak mengulangi tindakan menganiaya juniornya tersebut sehingga kasus tersebut tidak akan terulang lagi sewaktu-waktu. Selain itu, juga memberikan keuntungan lainnya, yaitu hubungan senior dan junior menjadi lebih baik dan akrab. Mungkin senior bisa menceritakan pengalamannya saat dianiaya oleh seniornya dulu, bukan malah membalas dendam kepada juniornya, dan meminta kepada juniornya untuk tidak meneruskan budaya senioritas kepada juniornya kelak.
          Tak diragukan lagi bahwa pendidikan di Indonesia gagal dikarenakan kasus senioritas saja, belum lagi kasus-kasus lainnya. Pemerintah diminta lebih memperhatikan lagi pendidikan di Indonesia, negeri yang kita banggakan ini. Selain itu, hendaknya diberi hukuman dan sanksi yang tegas kepada senior yang menganiaya juniornya apalagi sampai menyebabkan kematian. Dan juga diminta kepada senior agar tidak membalas dendam kepada juniornya. Sehingga kedepannya, tidak ada lagi kasus yang sama terulang lagi.

Mosi/Tema : Pemerintah percaya bahwa adanya kasus kematian yang diakibatkan senioritas membuktikan bahwa pendidikan di indonesia gagal

Komentar

Postingan Populer