Transformasi Pengembangan Diri : Menuju Indonesia Maju

Transformasi Pengembangan Diri

Apasih transformasi? Apakah film “Transformer”? Hmm, sepertinya orang awam jarang mengenal istilah transformasi, taunya ya transformer tadi hehe, engga kok bercanda. Jadi, transformasi adalah suatu perubahan yang signifikan yang muncul dari kesadaran jiwa dan raga seorang manusia diwujudkan dalam tindakan nyata secara lahiriah dan batiniah. Kalau transformer, perubahan juga, tapi perubahan dari bentuk mobil menjadi robot. Nah, kita sudah tau pengertian transformasi, sekarang mari kita bahas pengertian pengembangan diri. Apasih pengembangan diri itu? Pengembangan diri adalah suatu kemampuan yang disertai keinginan untuk menjadi lebih baik yang dilakukan secara bertahap dengan berdasarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Nah, kita sudah tau pengertian dari transformasi dan pengembangan diri. Kedua pengertian tadi merupakan hasil pemikiran saya sendiri, untuk mengetahui lebih tentang transformasi dan pengembangan diri, kita bisa mencari definisi tersebut di internet menurut ahlinya. Di bagian isi artikel ini saya akan menjabarkan secara bertahap peta masa depan yang dimulai dari diri sendiri, lingkungan, masyarakat, dan Negara, hingga bangsa Indonesia bangkit dan mampu memimpin dunia. Menuju Indonesia maju, adil, dan makmur. Saya juga akan menjabarkan secara detail impian-impian, langkah mewujudkan impian, dampak dari target, resolusi, dan rencana-rencana tersebut.  

Di masa pandemi COVID-19, banyak warga Negara yang terdampak akibat pandemi, khususnya dalam bidang ekonomi. Bisnis-bisnis makro dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) satu-persatu tumbang. Hanya bisnis yang kuat dan mempunyai strategi matang saja yang masih bertahan. Kita semua sedang diuji dengan adanya pandemi ini. Maka dari itu, perlunya strategi, kebijakan, dan langkah yang tepat untuk menghadapinya. Langkah tersebut bertahap dimulai dari skala kecil (diri sendiri), skala menengah (masyarakat), dan skala besar (Negara). Dari langkah tersebut, diharapkan dapat memenuhi target yang direncanakan dan dapat memberikan dampak positif.

Di paragraf ini, saya akan menjabarkan impian-impian saya di masa depan. Pedoman saya dalam menggapai impian saya adalah dengan Pancasila sebagai dasar Negara dan teori “Panca Sadar” oleh Bapak Erbe Sentanu, Founder Kata Hati Institue dalam Kuliah Umum Pancasila : Mengorbankan Api Pancasila Dalam Jiwa Anak-Anak Bangsa pada tanggal 24 Oktober 2020 yang dilaksanakan oleh Politeknik Keuangan Negara STAN. Teori Panca Sadar adalah bentuk rumah yang terdiri dari 5 pilar, yaitu :

1.     Sadar Tuhan

2.     Sadar Diri

3.     Sadar Hidup

4.     Sadar Masalah

5.     Sadar Bahagia

Gambar 1 : Ilustrasi Teori Panca Sadar oleh Pak Erbe Sentanu

 

Melanjutkan paragraf tadi, saya akan menjabarkan impian-impian saya dengan berpedoman pada Pancasila dan teori Panca Sadar. Seorang pemimpi yang hebat adalah seseorang yang dapat mewujudkan dan mencapai mimpinya tersebut dengan kesadaran atas Tuhan, diri, hidup, masalah, dan bahagia.

 

Mimpi saya akan saya wujudkan satu-persatu dengan usaha dan izin Tuhan Yang Maha Kuasa. Pertama, saya ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu wa ta'ala. Hal ini bisa disesuaikan dengan agama dan kepercayaan kita masing-masing. Kesadaran atas Tuhan Yang Maha Esa perlu ditanamkan kepada diri kita. Selalu melibatkan Tuhan dalam keseharian kita, maka kita pun akan mendapatkan keberkahan dalam setiap perbuatan yang kita kerjakan. Jika kita mencintai Tuhan, maka Tuhan akan balas dengan kasih sayang-Nya yang lebih dengan membuat kita bahagia di dunia maupun di akhirat kelak. Langkah untuk mewujudkan impian tersebut dimulai dari diri sendiri, diantaranya :

1.     Mempunyai niat yang kuat untuk menjadi lebih baik di hadapan-Nya

2.     Berniat memperbaiki sikap dan menjaga pandangan

3.     Melakasnakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

4.     Berusaha memiliki sifat Hayyin (ketenangan dan keteduhan lahir dan batin)

5.     Layyin (lemah lembut, baik dalam bertutur kata atau berbuat)

6.     Qarib (supel, akrab, ramah diajak bicara, dan murah senyum

7.     Sahl (baik hati, memudahkan urusan orang lain, tidak mempersulit sesuatu)

8.     Hubungan baik dengan Tuhan juga harus diseimbangi dengan hubungan baik dengan sesama manusia

 

Dengan langkah-langkah diatas, maka kita sudah berusaha atau berikhtiar kepada Tuhan, selanjutnya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan cara bertawakkal kepada-Nya. Dampak positifnya secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, kita dapat menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, dan Negara jika kita menerapkan nilai, etika, moral, budi pekerti, dan akhlak yang baik. Secara tidak langsung, Tuhan berikan kita ganjaran berupa pahala dan kehidupan yang baik dan tentram di surga-Nya.

 

Kedua, saya ingin menuntut ilmu, kuliah dengan baik, lulus pendidikan, bekerja, kemudian menabung untuk berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah umroh dan haji dengan biaya sendiri agar tidak merepotkan kedua orang tua. Saya belum pernah berkunjung ke tanah suci Makkah dan Madinah. Jika saya punya cukup uang, maka hal pertama yang saya lakukan adalah pergi ke sana. Sekarang, saya berjuang dengan menuntut ilmu dahulu dengan niat yang tulus karena Allah Ta’ala. Jika sudah lulus kuliah dan bekerja, maka saya akan menabung dan mempersiapkan untuk berangkat ke tanah suci. Langkah yang dapat diterapkan untuk mewujudkan impian tersebut, diantaranya :

1.     Sebelum menuntut ilmu, berniat dan berdoa agar ilmunya berkah dan bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat untuk orang lain (keberkahan ilmu)

2.     Menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya, jika ada tugas dari dosen maka dikerjakan dengan baik dan dikumpulkan sebelum deadline (melatih disiplin sikap dan waktu)

3.     Lakukan apa yang terbaik sekarang secara totalitas dan berdoa agar hari esok menjadi lebih baik (totalitas dan orientasi masa depan)

 

Dengan langkah-langkah diatas, maka diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap diri sendiri, masyarakat, dan Negara. Dampak tersebut secara tidak langsung, namun bertahap dari skala kecil, menengah, dan skala besar. Dampak positif untuk diri sendiri yaitu dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak untuk masyarakat yaitu mendapatkan ilmu juga apabila kita berbagi ilmu. Dampak untuk Negara yaitu jika saya sudah bekerja maka Negara akan mendapatkan dampak positif dari saya dan juga teman-teman saya (lingkungan kerja) berupa ilmu yang tadi kita terapkan dalam dunia kerja sehingga berguna untuk nusa dan bangsa.

 

Ketiga, saya ingin menjadi orang yang bisa bekerja sama secara tim dengan baik dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain. Pentingnya kerja sama tim karena manusia adalah makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk mendapatkan ilmu, bertukar pikiran, dan saling membantu dalam segala aspek kehidupan. Dengan adanya kerja sama tim, pekerjaan dapat terselesaikan dengan waktu yang lebih singkat. Langkah untuk mewujudkan hal tesebut, yaitu :

 

1.     Melatih skill kerja sama dengan lingkungan terdekat dahulu, seperti keluarga, misalnya dengan membagi tugas rumah, ibu memasak, adik perempuan mencuci baju, ayah menjemur baju, dan saya menyiram tanaman.

2.     Tidak membeda-bedakan pendapat dan berusaha mencari jalan tengah agar semua dapat menerima hasil musyawarah.

3.     Tidak saling menjatuhkan ketika di dalam lingkungan kerja

4.     Bekerja sama dengan bertukar pikiran sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga menimbulkan inovasi kebijakan baru yang lebih baik

5.     Saling mendukung, jika kita sudah meyelesaikan semua pekerjaan dan tidak ada deadline pekerjaan di waktu dekat, maka kita tidak boleh bersantai-santai, kita harus membantu pekerjaan kerabat kerja dengan cara menawarkan untuk membantunya.

 

Dampak positif yang ditimbulkan untuk diri sendiri, diantaranya kita mempunyai skill kerja sama yang lebih baik dan kita disenangi oleh kerabat kerja. Sedangkan dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan sekitar ialah dapat membuat pekerjaan jauh lebih singkat jika dilakukan dengan kerja sama tim. Dampak positif untuk Negara ialah dapat mempercepat pelayanan terhadap masyarakat sehingga masyarakat puas atas hasil yang dilakukan oleh kita dalam kerja sama tim, jika masyarakat puas, maka masyarakat akan sadar bahwa pelayanan tersebut sebagai wujud dari Negara untuk memberikan fungsi pelayanan kepada warga negaranya.

 

Keempat, saya ingin ilmu yang saya dapatkan berguna untuk nusa dan bangsa. Ilmu merupakan hal yang sangat penting di era modern kali ini, era industri 4.0, dimana teknologi sekarang menjadi hal yang utama apalagi sekarang serba daring. Penting untuk kita mempelajari teknologi dan mengoperasikannya. Selain ilmu yang dipelajari oleh guru atau dosen kita, perlu juga mempelajari softskill seperti public speaking dan pengendalian emosi. Selain itu, perlu juga mempelajari ilmu grafis seperti CorelDraw dan PhotoShop. Ilmu editing video juga penting dengan bisa mengoperasikan Adobe Premiere Pro, Filmora, dan aplikasi editing video lainnya. Langkah yang dapat diwujudkan diantaranya :

1.     Lebih peka terhadap emosi pribadi sehingga dapat mengendalikannya.

2.     Melatih public speaking dengan melihat di YouTube cara orang berbicara di depan umum

3.     Mengikuti kursus khusus komputer untuk meningkatkan ilmu grafis dan editing video atau bisa juga dengan otodidak melihat tutorial di YouTube.

 

Dampak positif yang dapat diberikan kepada diri sendiri ialah dapat menambah pengetahuan kita dan ilmu bukan hanya dari apa yang diberikan dosen, tetapi juga ilmu yang kita cari sendiri yang perlu di era sekarang. Dampak positif untuk lingkungan adalah dapat bermanfaat untuk orang lain jika diperlukan membuat video dan poster. Dampak positif untuk Negara adalah ketika kerja nanti kita bisa membantu instansi kita bekerja membuat poster seperti memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia maka secara tidak langsung kita melakukan dampak yang positif terhadap Negara.

 

            Kelima, terakhir dalam artikel ini, sebenarnya banyak impian saya untuk saya, masyarakat, dan Negara karena saya sangat mencintai negeri ini namun akan sangat panjang jika saya ceritakan disini dan ada beberapa impian yang tidak perlu saya publikasikan karena bersifat pribadi. Impian terakhir adalah ketika saya sudah sukses, target saya sukses di umur 40 tahun, saya hanya tinggal menikmati hasil yang saya peroleh selama ini. InsyaAllah dengan menghafal Qur’an, mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, membangun masjid, membangun pusat peradaban ilmu Agama Islam seperti pondok pesantren, berangkat umroh dan haji, memberi makan atau sembako kepada orang yang membutuhkan. Sebenarnya impian ini merupakan privasi karena berkaitan dengan hubungan dengan Tuhan sekaligus hubungan dengan manusia, impian ini begitu mulia, saya tidak bermaksud riya namun hanya ingin membagi kepada kalian sebuah kebaikan yang harus kita lakukan ketika kita sudah menjadi orang sukses. Jika salah satu dari kalian menjadi pemimpin di masa depan, maka tolong baca kutipan ini “Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang hartanya tidak melebihi penduduknya yang paling miskin”. Agama dan hati yang baik bernilai 1, paras yang gagah ataupun cantik bernilai 0, kekayaan bernilai 0, jabatan yang tinggi hanya bernilai 0, namun ketika kalian mempunyai semua maka akan bernilai 1000, jika hanya mempunyai kekayaan saja hanya bernilai 0. Mari renungkan ini kawan-kawan. Dari Abu Hurairah Ra., Nabi Saw, beliau bersabda, "Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta dunia, akan tetapi kekayaan yang hakiki itu adalah kaya akan jiwa." (HR Al-Bukhäri-Muslim). Langkah untuk mewujudkan mimpi tersebut, diantaranya :

1.     Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

2.     Menerapkan Panca Sadar

3.     Menerapkan langkah-langkah impian pertama sampai keempat tadi

4.     Bersedekah dengan konsisten

5.     Mempelajari ilmu agama

6.     Mempelajari ilmu pengetahuan

7.     Ramah dan mengucapkan salam kepada orang serta mendoakannya

 

Dampak positifnya tidak terhitung jumlahnya. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kebaikan yang sangat mulia maka akan mendapatkan ganjaran yang mulia juga. Orang baik akan diterima di lingkungan manapun, selalu diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu disenangi oleh kerabat kerja dan atasan, diberi rezeki yang cukup oleh Tuhan, dan InsyaAllah akan menjadi pemimpin yang amanah, jujur, bertanggungjawab, dan pastinya tidak korupsi.

 

            Banyak perguruan tinggi di Indonesia sekarang memberikan beasiswa dan jalur khusus tahfidz Qur’an, hal itu menurut saya sangat baik untuk Indonesia di masa depan, yang mana pada 10-20 tahun ke depan, generasi kami yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini menuju Indonesia Maju. Maka saya harap yang menduduki kursi pemimpin Indonesia adalah orang-orang yang paham agamanya masing-masing sehingga presiden hafal Qur’an atau kitabnya masing-masing, menteri-menteri hafal kitab sucinya masing-masing, dokter paham ilmu agama dan ilmu di bidangnya, polisi dan TNI adalah orang-orang tahfidz Qur’an, para ASN yang bekerja di pemerintahan menerapkan Pancasila dan Panca Sadar, dan warga negaranya yang taat kepada Tuhannya menurut kepercayaan masing-masing. Korupsi akan musnah dengan sendirinya, Bangsa Indonesia akan diberkahi oleh Tuhan, dan InsyaAllah Negara kita akan menuju Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Dengan demikian, saya sangat yakin Indonesia akan memimpin dunia karena pemimpin-pemimpin, menteri, dan semua warga negaranya dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menerapkan Pancasila serta Panca Sadar di dalam kehidupan sehari-hari. Sekian tulisan dan peta masa depan saya, saya mohon maaf jika ada salah kata, semoga bermanfaat.

-Nabil Nurrahman Faris, seorang pemuda dari Bumi Borneo yang sangat mencintai negeri ini

 

Terima kasih saya ucapkan kepada :

1.     Tuhan Yang Maha Esa

2.     Para tokoh perumus Pancasila

3.     Pak Erbe Sentanu

4.     Dosen Pancasila PKN STAN

5.     Pembaca artikel

 

Artikel saya : nabilnfaris.blogspot.com

Komentar

Postingan Populer